Entri Populer

Jumat, 26 November 2010

BAB VII

BAB. VII SISTEM BILANGAN DAN SISTEM KODE
7.1 SISTEM BILANGAN
Sistem bilangan yaitu suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. unsur-unsur nya :
- Base Value
-Absolut Value
-Position Value
7.1.1 Bilangan desimal
sistem bilangan dengan basis 10,arti nya angka digunakan untuk menyajikan sepuluh buah yakni: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 serta setiap digit penyusunan memiliki boboy kepengkatan 10n dng n merupkan bilangan bulat positif dan negatif.
7.1.2 Bilangan Biner
Sistem bilangan dengan basis 2, yaitu dalam sistem ini digit digunakan berjumlah 2 buah yakni 0 dan 1, serta setiap digit penyusunan nya memiliki bobot kepangkatan 2n dengan merupakan bilangan bulat positif dan negatif .
7.1.3 Bilangan Oktal
Sistem bilangan dengan basis 8. dalam sistem ini digit yang digunakan berjumlah 8 yakni: 0,1,2,3,4,5,6,7,serta bobot yang dimiliki oleh setiap digit penyusunannya adalah kepangkatan 8n dengan n merupakan bilangan bulat positif dan negatif.
7.1.4 Bilangan Heksadesimal
Sistem bilangan dengan basis 16, arti nya simbol digit yang digunakan berjumlah 16 yakni : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F, serta bobot setiap digit penyusunannya adalah kepangkatan 16n dengan n merupakan bilangan bulat positif dan negatif.

7.2 Konversi Sistem Bilangan
Prinsip dari konversi ini adalah menjumlahkan nilai dari setiap digit/bit semua bilangan yang telah dikalikan dengan bobotnya.

7.3 Perhitungan Aritmatika dalam berbagai sistem Bilangan
Perhitungan yang akan dilakukan adalah penjumlahan,pengurangan,perkalian dan pembagian.

7.4 Sistem Kode
1. Kode BDC (Binary-coded-Decimal)
menggunakan kode biner 4-bit untuk mempresentasikn masing-masing digit desimal dari suatu bilangan .
2. Kode ASCII
(American Standar Code For Information Interchange) merupakan kode biner untuk mempresentasikan bilangan,huruf,dan simbol sehingga disebut juga kode alpanumerik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar